Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

KELABU

  Padang pasir terhampar luas Laut tak nampak ujungnya Langit yang nampak kokoh Sumur yang begitu dalam Langkah kecil telapak kaki Suara tawa yang bersautan Suara tangis tersedu-sedu Lalu lalang manusia Aku terduduk disana Ditengah keramaian itu Hanya aku yang termenung Sambil menatap kesegala arah Keinginan hati tak mampu dibendung Cita-cita yang selalu terbayang Gambaran jalanan yang lurus Namun, realita tak bersamaku Kabut itu nyata selalu ada Menutup pandangan Padang pasir, laut luas, langit Tak lagi nampak di mata ku Hanya kabut kelabu yang ada Gelap, tanpa bayangan Lantas apa yang bisa dilakukan? Aku terjebak dalam kelabu Madiun, 3 Juni 2022

Rinduku untuk Masa Depan

  Rasa tak lagi sama Gundah hadir di setiap senja Entah mengapa aku tak kira Mungkinkah kolbu ingin kembali Kembali pada keadaan yang sempurna Sesempurna purnama pada tegah bulan Aku seorang anak Yang rindu akan rayuan Rindu akan cumbuan Rindu akan kasih sayang Rindu akan keadaan Suasana asri di perdesaan  Wahai para saudaraku Tunggu aku…… Aku akan kembali dengan membawa segala energi Energi yang mampu membuat perubahan Perubahan besar untuk masa depan Tolong aku untuk menggobati rindu Rindu yang terkubur dalam-dalam Tolong aku untuk mewujudkan Mimpi masa depan dengan kerinduan Surakarta, 07 Maret 2018

KARTINI MASAK GINI

  karya: Sang Teratai 21 April ibu kita di lahirkan Pejuang wanita yang tanpa lelah Tanpa lelah memperjuangkan haknya Bukan hak untuk lebih baik dari lelaki Bukan hak lebih kuat dari lelaki Namun hak untuk mengembangkan kemampuan diri Hak untuk memperkaya kemampuan diri   Kini ibu kita menangis Menangisi perjuangannya Merasa miris dengan keadaan wanita Wanita yang berani Berani dalam segala hal Wanita yang meminta disamakan derajatnya dengan lelaki   Wanita yang selalu ingin berbuat semaunnya Mereka berkata ini masa emansipasi wanita Apa iya ini dikatakan emansipasi wanita? Apa iya wanita harus sama seperti laki-laki? Sama pada segala hal? Apa iya kartini rela? Emansipasi bukan berarti harus sama 21 April 2018

AKU LELAH

karya: Sang Teratai Hai sahabat ku Aku merasa lelah Setiap hari kau ajak aku berlari kesana kemari Menjelajah dunia Banyak negara bahkan semau benua   Hai sahabat ku Bahkan aku tak sempat makan dengan tenang Tak semapat tidur dengan lelap Bahkan ketika aku benar-benar lelah kau tak peduli dengan ku Kau terus memaksaku untuk menuruti kehendakmu Bahkan dengan tangan kasarmu   Hai sahabat ku Aku merasa kau tak pernah memikirkan aku Kau hanya menggunakan aku untuk kesenanganmu   Hai sahabat ku Karena aku kau lali dengan dunia mu Kau lupa akan kewajibanmu Bahkan kau mengabaikan orang-orang disekitarmu   Ini curahan hatiku Aku yang selalau digenggaman mu Akulah handphone mu Surakarta, 4 April 2018